Bisnis Konservasi: Peran Penting Pengelolaan Ekologi Lanskap pada Areal Konsesi Restorasi Ekosistem

Seminar Keilmuan dari Praktisi dan Industri (RAMIN) Series ke-42

Pontianak – PT Ekosistem Khatulistiwa Lestari (PT EKL) kembali memperkuat relevansi dunia kerja dengan pendidikan melalui gelaran Seminar Keilmuan dari Praktisi dan Industri (RAMIN) Series ke-42 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (UNTAN). Pada Senin, 5 Mei 2025, Aula Bungur menjadi panggung diskusi ilmiah yang terintegrasi antara prinsip-prinsip akademik dan praktik konservasi/restorasi pada hutan produksi. Hadir sebagai narasumber utama yaitu Dennis Wara Hermiandra, S.Hut. selaku Direktur Utama PT EKL.

Mengupas Tuntas Dinamika Restorasi Ekosistem

Dennis Wara Hermiandra, S.Hut. (Direktur Utama PT EKL)
Dennis Wara Hermiandra, S.Hut. – Direktur Utama PT EKL (Sumber Foto : Fakultas Kehutanan UNTAN)

Dalam sesi khusus pada mata kuliah Ekologi Lanskap yang merupakan sebuah disiplin ilmu vital dalam menghadapi tantangan lingkungan saat ini. Dennis membagikan wawasan mendalam mengenai dinamika pengelolaan ekosistem lanskap pada areal konsesi restorasi ekosistem. Ia secara lugas mengupas tantangan nyata dan strategi implementasi yang berhasil di lapangan sebuah perspektif yang sering kali tidak tersentuh dalam teori kelas.

Ia menyoroti bahwa areal restorasi, yang seringkali merupakan lahan terdegradasi dan kompleks secara sosial-ekonomi, memerlukan pendekatan ekologi lanskap yang terpadu. Pendekatan ini melihat wilayah konsesi bukan sebagai unit terisolasi, melainkan sebagai bagian dari sistem lanskap yang lebih besar, mencakup hidrologi, komunitas, dan koridor keanekaragaman hayati.

“Teori adalah fondasi, namun realita lapangan seringkali jauh lebih kompleks. Dalam menjalankan proyek restorasi ekosistem, tantangannya bukan hanya menanam, tapi bagaimana memastikan seluruh elemen lanskap dari air, tanah, hingga keterlibatan masyarakat bekerja sinergis. Kami manajemen PT EKL harus menghadapi masalah legalitas, konflik ternurial dan sosial, dan adaptasi terhadap perubahan iklim secara bersamaan,” ujar Dennis.

Sinergi Kampus-Korporasi Memperkuat Kompetensi Lulusan

Peserta Seminar Keilmuan dari Praktisi dan Industri (RAMIN) Series ke-42 (Sumber Foto : Fakultas Kehutanan UNTAN)

Keterlibatan aktif PT EKL dalam kegiatan akademik ini merupakan bukti nyata dari komitmen kuat korporasi dan kampus untuk membekali calon rimbawan Fahutan UNTAN dengan bekal yang komprehensif dan aplikatif. Antusiasme mahasiswa memuncak dalam diskusi interaktif yang intens, menghasilkan pemahaman yang lebih tajam tentang bagaimana prinsip-prinsip ekologi lanskap diterjemahkan menjadi perencanaan dan pengelolaan ruang yang berkelanjutan.

Melalui RAMIN Series ke-42, PT EKL dan Fakultas Kehutanan UNTAN sukses menjembatani gap antara teori dan realita pengelolaan hutan di tingkat tapak, secara efektif memperkuat kompetensi lulusan agar siap menghadapi tantangan kompleks di sektor kehutanan masa depan. Kerjasama ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai model kolaborasi terbaik antara dunia pendidikan dan industri kehutanan.

Iqbal Nur Ardiansyah

Forest Landscape & Protection Manager

holds a Bachelor’s degree in Forestry from Muhammadiyah University Malang (UMM). He has expertise in the conservation of wild bird species and have served as the chair of Wildlife study group UMM. Commencing career at PT EKL in 2022 as a Restoration and Conservation Coordinator, later promoted to Forest Landscape and Protection Manager in 2023. They have obtained three certifications from the National Professional Certification Agency (BNSP) as a forestry extension worker, technical personnel for forest development, and responsible for water pollution control (PPPA).